Jumat, 22 Juni 2018

contoh hipnotis dalam keseharian

contoh hipnotis dalam keseharian
Contoh hipnosis. Beberapa orang yang pernah mengalami peristiwa-di mana orang merasa dirugikan oleh orang lain, misalnya pengambilan barang berharga yang mengaku sebagai 'tidak sadar' mereka sering berasumsi bahwa mereka terhipnotis. Apakah mereka benar-benar HYPNOTICS? Atau hanya PENIPUAN? Berikut adalah beberapa contoh cerita yang akan menunjukkan apa yang sebenarnya seorang hipnotis. Berikut contoh hipnosis.
Beberapa Contoh Hipnotis dalam Kehidupan Sehari-hari
Kisah Pertama
Sepulang sekolah, seperti biasa, Ani menunggu bus di halte bus dekat sekolahnya. Dia duduk di bangku paling kiri. Sambil menunggu, Ani memperhatikan ada lelaki yang berdiri tidak jauh darinya. Pria itu memandang Ani ingin mencoba melakukan kejahatan terhadap Ani. Ani merasa sangat terancam. Beberapa kali Ani memalingkan muka dan sambil memeriksa untuk melihat pria itu, dia masih terlihat tajam.
Ani mulai takut. Dia bergeser ke kanan mendekati pria lain yang duduk di sampingnya.

"Kenapa, Mbak?", Tanya pria di sampingnya. “Itu kamu, Mas. Bagaimana orang itu selalu menatapku?” Ani menjawab dengan takut. "Wah, ya, Mbak. Mau melakukan kejahatan tuh sama, Mbak" menpal di samping Ani. "Lalu bagaimana dong, Mas. Aku takut", bisik Ani. "Ya, Nyonya sini, Ma'am. Tidak terlihat lagi", dengan tenang.

Belum lama ini, ada halte bus di halte bus. "Mbak, sembuhkan kami naik bus aja, Mbak", dia memohon. "Namun, Mas. Ini bukan rumah bus departemen saya", keluh Ani. "Cuman, Mbak. Bukannya Mbaknya dalam apa orang yang sama". Ani berpikir sendiri, ya juga. Apakah saya datang bersama Mas aja ini. "Oke, Mas. Sampai Yuk". Akhirnya Ani dan lelaki yang duduk di sampingnya naik bus — yang sebenarnya bukan bus biasa milik Ani.

Setelah naik bus, Ani belum lega. Rupanya orang yang melihat Ani telah naik bus ini juga. Dan masih memandang Ani dengan pandangan mengancam. Ani semkin ketakutan.
"Mas, itu orang yang mengikuti kita, Mas". Pria yang duduk di sebelah Ani melihat ke belakang dan mereka memang diikuti.
"Mbak, jangan-jangan lelaki mau nyopet Mbak. Di sini Mbak dompetnya aku bawa aja Mbak. Aku aman. Kan dia nggak tahu kalau dompetnya sudah ada di aku," pintanya.
"Oh ya, Mas. Baiklah. Di sini, Mas." Kata Ani.
Tidak lama setelah Ani menyerahkan dompetnya, Ani melihat ke luar jendela. Ketika Ani mengembalikan pandangannya, ternyata lelaki di sebelahnya tidak ada di sana. Sadar jika dompetnya, Ani terkejut dan merasa dirinya terhipnotis. Dia juga mengaku kepada orang-orang jika dia telah dihipnotis.
Apakah ini hipnosis?
Kisah Kedua
Pak Joko dipanggil oleh seorang pria yang mengaku sebagai seorang polisi. Tentunya Pak Joko terkejut karenanya. Ia merasa tidak ada masalah kok menelepon.
Polisi mengatakan dia telah menangkap putra Mr. Joko, Dani. Dani dilaporkan bergabung dengan siswa yang mengikuti tawuran dan akhirnya tertangkap.
Kebetulan Dani tidak ada di rumah. Saat ditelpon Hape Dani mati. Jadi, Pak Joko hanya percaya dengan berita polisi. Tetapi Dani adalah anak yang mematuhi orang tua. Bagaimana bisa melawan tawuran.
Polisi meminta Pak Joko untuk menebus Dani dengan beberapa uag. Uang harus ditransfer sekarang. Seandainya Dani tidak dipenjara selama dua tahun.
Karena Pak Joko tidak ingin Dani masuk penjara, Pak Joko juga mentransfer uang yang diminta polisi. "Ini sesuai dengan peraturan polisi, Pak," katanya.
****
Beberapa menit sebelum acara-di tempat yang berbeda, Dani (anak dari Joko) sms dari operator jaringan selulernya. Dalam sms, pengguna tertulis diminta mematikan telepon selama setengah jam karena jaringan seluler akan diperbaiki. Dani juga mematikan kesukaannya.
Ketika Dani pulang, ayahnya (Pak Joko) dan ibunya sedang menunggu di ruang tamu.
****
Pak Joko, kaget ketika Dani pulang dengan kondisi baik. Akhirnya mereka menceritakan kejadian yang terjadi pada mereka sebelumnya.
Apakah ini hipnosis?
Kisah Ketiga
Saat ini, banyak promo produk yang memikat jutaan dolar dalam bentuk hadiah jika mereka memberi kupon dengan nomor pin dalam paket. Dengan mendaftarkan nomor pin pada kupon yang ada, pembeli dapat mengirim nomor dan akan diacak untuk kepentingan menggambar.
Bu Lastri, seorang ibu rumah tangga di telepon oleh operator produk laundry cucian favorit. Operator mengatakan bahwa Nyonya Lastri mendapat hadiah 2 juta rupiah dari pin sabun cuci pakaiannya.
Sebenarnya Miss Lastri tidak merasa mengirim nomor undian. Tapi karena Nyonya Lastri ingin menghabiskan uang dan bayangan Miss Lastri sudah banyak tentang uang yang bisa digunakan untuk banyak hal, maka Miss Lastri mengikuti prosedur.
"Ibu, demi hadiah itu harus diambil sekarang." Tentu saja Miss Lastri bingung. Di mana hadiah untuk mengambil batas waktu cepat seperti itu? "Maaf Bu. Jika setelah 13:00 ibu belum mengambil hadiah, maka hadiah akan hangus, Miss Lastri sema

referensi:
http://perhipnotisan.blogspot.com/2018/06/master-hipnotis-serta-banyak-rahasianya.html
http://perhipnotisan.blogspot.com
https://id.wikipedia.org/wiki/Hipnosis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar